Is Salvation by Faith alone? Or also by work needed? Is there conflict between epistles of Apostle Paul & James?

Image

There is still confusion in the body of Christ, on Salvation between Apostle Paul and James, whether salvation is by Faith alone or by Faith + work; and whether Paul & James are contradicting each other?

Romans 3:28 For we maintain that a person is justified by faith apart from the works of the law.

The apostle Paul teaches us that there is absolutely no way to earn merit, or favor with God or a place in Heaven. When we turn to God and believe, He forgives us solely based on what Jesus did on the cross. Trusting in Him we are given the gift of righteousness before God and power for living right on earth.

James 2:24 You see then that a man is justified by works, and not by faith only.

What actually that apostle James was saying? We need to look deeper.

Take these two statements :
1) “Napoleon was a very big man” and
2) “Napoleon was not a big man; he was a small man.”

At first glance, these two sentences appear contradictory, but they are not! The word “big” is equivocal, though. It can mean two different things. Napoleon was a big man regarding his impact in history, but was small in physical size. Any dictionary will tell you that virtually every word has more than one meaning.

The word “justify” is no different. It has two meanings:
1) “absolve, declare free of blame,”
2) it can also mean “to demonstrate or prove to be just, right or valid; to show to be well founded.”

In the case of salvation, the first is the cause; the second is the effect. This second definition is what is usually in view when we use the word “justify” in English. “Justify your position,” we say. We’re asking for evidence; we want proof.

The Bible frequently uses this sense of the word, too. Jesus taught that a person’s true nature will be evident in his conduct:
Mat 12:35 A good man out of the good treasure of his heart brings forth good things, and an evil man out of the evil treasure brings forth evil things.
Mat 12:36 But I say to you that for every idle word men may speak, they will give account of it in the day of judgment.
Mat 12:37 For by your words you will be justified, and by your words you will be condemned.”

Jesus teaches here that the man with good treasure brings forth good fruit, which “justifies” him. This external display demonstrates the quality of the man within. This is not justification in the sense of salvation. One’s words don’t absolve him (first definition). Rather, they bear testimony of the inner man (second definition).

Now we face a key question. Which definition did James have in mind? How do we know when he uses the word “justify,” that James is not referring to salvation–as Paul clearly is–but rather is pointing to the proof of salvation?

This is simple to determine. The cause must come before the effect. Salvation must come first, before it can be evidenced in a changed life.

When Paul makes his case for justification by faith, he cites the beginning of Abraham’s walk with God in Genesis 15:5-6: “And He took him outside and said, ‘Now look toward the heavens, and count the stars, if you are able to count them.’ And He said to him, ‘So shall your descendants be.’ Then he believed in the Lord; and He reckoned it to him as righteousness.”   (Abraham was made righteous only when he believed God / merely by Faith)

The justification James has in mind comes much later in Abraham’s life, recorded in Gen 22:12 And He said, “Do not lay your hand on the boy, or do anything to him; for now I know that you fear God, since you have not withheld your son, your only son, from Me.”   (This is the result of Abraham’s possessing righteousness)

Paul and James cite two different times in Abraham’s life, events separated by 25 years. They can’t be referring to the same thing. The works of Abraham that James mentions were a result of justification which came by faith 25 years earlier. Abraham was not being saved again. Rather, he was showing evidence of his salvation which he had 25 years earlier.

Abraham’s faith was no passive, but intellectual exercise. He proved his faith to God. The words of the text show this to be true: “Now I know that you fear God, since you have not withheld your son, your only son, from me.” God witnessed Abraham’s faith first-hand, as it were. It was demonstrated. That’s why James concludes,  Jas 2:23 “And the Scripture was fulfilled which says, ‘And Abraham believed God, and it was reckoned to him as righteousness.'”

James epistle was speaking to the audience who is all talk and no action. His simple message is that true salvation always proves itself. That’s why he asks, “What use is it, my brethren, if a man says he has faith, but he has no works?” The apostle John echoes the same sentiment: 1Jn 2:4 He who says, “I know Him,” and does not keep His commandments, is a liar, and the truth is not in him.

One Coin, Two Sides
James and Paul go together. Like two sides of the same coin, they don’t conflict with each other; they complement each other. Both teach us something vital. Paul looks at what goes on internally (by Faith) when a man is saved, he talked about justification before God; while James talks about the external results (by works). James was saying that how we live eventually reveals whether we have received that saving faith in the first place. “A tree is judged by its fruits”. he talked about justification before men. Because, men cannot see your FAITH, men can only see your work.

Paul says, “We’re saved by faith.” and, James says, “To men, this is what saving faith looks like”

=============================================================

The Indonesian Language Translation:

APAKAH KESELAMATAN HANYA OLEH IMAN SAJA?
ATAUKAH PERBUATAN DIPERLUKAN?
APAKAH ADA KONFLIK ANTARA AJARAN RASUL PAULUS DAN RASUL YAKOBUS?

Masih ada kebingungan di antara Tubuh Kristus mengenai keselamatan yang diajarkan oleh Paulus dan oleh Yakobus.
Apakah keselamatan hanya oleh iman saja?
Ataukah perbuatan diperlukan?
Apakah Paulus dan Yakobus tidak sepaham?

Roma 3:28 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.

Paulus mengajarkan bahwa sama sekali tak ada cara untuk mendapatkan perkenanan, kasih karunia atau tempat di surga; selain percaya pada Allah.
Saat kita percaya pd Allah, Dia mengampuni kita semata-mata karena apa yang telah Yesus lakukan di salib.
Dengan mempercayai Yesus, kita diberi anugerah kebenaran sehingga kita benar di mata Allah dan diberi kelimpahan kasih karunia untuk berkuasa dalam hidup di dunia (Rm 5:17).

Yakobus 2:24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.

Apa maksud Yakobus sebenarnya?
Yuk kita gali lebih dalam.

Perhatikan 2 kalimat ini :
1. Napoleon adalah pria yang sangat besar (a very big man)
2. Napoleon bukanlah pria besar, ia adalah pria kecil.

Sekilas, kedua kalimat tampak bertentangan. Tapi sebenarnya tidak!
Kata ‘besar’ adalah kata yang samar. Ia bisa bermakna 2 hal yg berbeda.
Napoleon adalah ‘a very big man’ (pria yg sangat hebat) mengingat dampak kehidupannya atas sejarah manusia. Tapi ia adalah pria yang kecil secara fisik.
Jika anda buka kamus, sesungguhnya setiap kata selalu punya lebih dari 1 arti.

Demikian pula kata ‘dibenarkan’ (justify). Bisa berarti dua hal :
1. absolve/membebaskan, menyatakan sesuatu bebas dari kesalahan
2. bisa juga berarti untuk menunjukkan/mendemonstrasikan atau membuktikan bahwa sesuatu benar, tepat atau valid; menunjukkan sesuatu dilakukan secara tepat.

Dalam hal keselamatan, arti yang pertama adalah sebab, yang kedua adalah akibat.
Definisi kedua adalah yang biasa dimaksudkan saat kita mengatakan ‘justify’.
Justify your position. Buktikan.

Alkitab sebenarnya cukup sering menggunakan arti kata ‘justify’ yang kedua.
Yesus mengajarkan bahwa sifat asli seseorang akan dibuktikan oleh perilakunya.

Matius 12:35-37
35Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
36Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. 37Karena menurut ucapanmu engkau akan DIBENARKAN, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”

Yesus mengajarkan bahwa setiap orang dengan perbendaharaan yang baik akan menghasilkan ‘buah’ yang baik, yang membuktikan siapa dia.
Tampilan luar mendemonstrasikan kualitas dalamnya.

Ini bukan pembenaran dalam konteks keselamatan.

Perilaku seseorang tidak membuat dia jadi orang benar (definisi 1)
Perilaku seseorang, sebaliknya, menjadi bukti bahwa ia orang benar, menjadi saksi siapa dia ‘di dalam’ (definisi 2).

Sekarang, pertanyaan kunci.
Definisi mana yang ada dalam pikiran Yakobus?
Bagaimana kita tahu bahwa yang Yakobus maksudkan saat ia menggunakan kata ‘dibenarkan’ bukanlah dalam konteks keselamatan –seperti yang Paulus maksudkan– tapi merujuk kepada ‘bukti’ keselamatan?

Mudah sebenarnya untuk mengetahuinya.
‘Sebab’ harus muncul lebih dulu, diikuti ‘akibat’.
Keselamatan adalah sebab, sebelum ada perubahan hidup sebagai bukti/akibat.

Saat Paulus menjelaskan pembenaran karena iman, ia mengutip kisah awal perjalanan hidup Abraham bersama Allah di Kejadian 15:5-6.

Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta berfirman: 5“Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”
6Lalu percayalah Abram kepada Tuhan , maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Abraham dibuat menjadi benar hanya saat ia percaya. Hanya karena iman.

‘Dibenarkan’ yang Yakobus maksud adalah peristiwa yang terjadi kemudian dalam hidup Abraham, yang dicatat di Kejadian 22:12.
Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

Ini adalah ‘hasil’ atau ‘bukti’ Abraham sebagai orang benar.

Paulus dan Yakobus mengutip dua peristiwa berbeda dalam kehidupan Abraham, yang berjarak lebih dari 25 tahun.
Abraham tidak mungkin dibenarkan sekali lagi.
Perbuatan Abraham yang disebut Yakobus adalah HASIL pembenaran oleh iman yang dialami Abraham 25 tahun sebelumnya.

Iman Abraham bukanlah iman yang pasif, tapi iman yang dilatih dan diuji. Dia membuktikan imannya kepada Allah.
Kata-kata Allah sendiri menunjukkan hal itu.
“..sebab telah Kuketahui sekarang..”.
Allah menjadi saksi iman Abraham. Secara langsung.
Iman itu ditunjukkan, dibuktikan, didemonstrasikan.
Karena itu Yakobus menyimpulkan di ayat 23, “Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.”

Surat Yakobus ditujukan pada pembaca yang hanya bicara tanpa tindakan.
Pesan Yakobus sederhana : keselamatan sejati akan selalu membuktikan dirinya.

Itu sebabnya ia bertanya, “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak berbuat apa-apa?” (ayat 14).

Rasul Yohanes menyuarakan hal yang sama. Di 1 Yoh 2:4 ia berkata, “Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.”

DUA SISI MATA UANG
Yakobus dan Paulus tidak berseberangan. Mereka di pihak yang sama. Saling melengkapi.
Keduanya mengajarkan hal yang sama-sama penting.

Paulus menyoroti apa yang terjadi secara internal saat seseorang menerima keselamatan oleh iman. Dia bicara tentang pembenaran seseorang di hadapan Allah.
Sementara Yakobus bicara tentang hasil yang keluar, yakni perbuatan.
Yakobus sedang mengatakan bahwa bagaimana kita hidup, pada saatnya akan menunjukkan/menyingkapkan apakah kita benar-benar menerima keselamatan pada mulanya.
Dari buahnya orang bisa menilai pohonnya.
Yakobus bicara tentang pembenaran (pembuktian) di depan manusia.
Manusia tidak bisa lihat iman kita. Manusia hanya bisa lihat perbuatan kita.

Paulus mengatakan, “Kita diselamatkan karena iman”.
Yakobus mengatakan, “Bagi mata manusia, seperti inilah keselamatan itu terlihat”.

 

(Translated by: Mona Yayaschka.)

3 thoughts on “Is Salvation by Faith alone? Or also by work needed? Is there conflict between epistles of Apostle Paul & James?

  1. Pak, the article is really good and inspiring…thanks a lot for sharing it. I am looking forward for the next post. – Hima –

  2. Pingback: APAKAH KESELAMATAN HANYA OLEH IMAN SAJA? ATAUKAH PERBUATAN DIPERLUKAN? APAKAH ADA KONFLIK ANTARA AJARAN RASUL PAULUS DAN RASUL YAKOBUS? | Grace Revolution Indonesia

  3. Pingback: APAKAH KESELAMATAN HANYA OLEH IMAN SAJA? | dailygracia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s